Kesetiaanadalah bumbu dalam sebuah perjalanan cinta. Tanpa kesetiaan cinta tidak akan hidup lama dalam jiwa dan kehidupan Anda. belajar untuk menjadi setia dapat dilakukan dengan berbagai cara. Yang terpenting adalah kemauan untuk menjaga cinta tersebut hanya kepada satu orang. Seperti seorang kakek yang menjaga rasa cinta kepada isterinya.
DariAbu Hurairah bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Ketika seorang laki-laki sedang dalam perjalanan, ia kehausan. Ia masuk ke dalam sebuah sumur yang curam, lalu minum di sana. Kemudian ia keluar. Tiba-tiba ia mendapati seekor anjing di luar sumur yang sedang menjulurkan lidahnya dan menjilat-jilat tanah lembab
Tentu Sang dewi, diduga kesulitan di lingkungan yang tak bersahabat, hutan dan istana memang berada di ujung arah berlawanan, sangat ekstrim. Kesetiaan Drupadi pun diuji. Wanita kerap diuji ketika suaminya terpuruk, atau sebaliknya, suaminya berada di puncak segala ada. Namun, sang suami diuji ketika dirinya ada di puncak kebesarannya.
Nita Seorang Tante Yang Kesepian Dan Butuh Belai Laki Laki. CeritaDewasa - Ibu kost ku sebut saja namanya tante Nita. Memang sebaiknya di panggil Tante Nita karena dandanan nya seperti tante, tidak terlalu tua, tapi bukan seorang tante girang, hanya tante yang kebetulan ingin mendapatkan kehangatan sex yang berbeda, sensasi berbeda dengan laki
Ceritacinta berikutnya yaitu terjadi pada seorang pilot. Kisah ini berawal seorang pilot yang sudah menunggu cinta pertamanya sejak mereka masih kelas 5 SD. Seorang anak laki-laki diam-diam jatuh cinta pada seorang anak perempuan tapi ia tidak berani untuk menemuinya. Bahkan untuk kenalan saja ia merasa tidak berani.
Kesetiaan suami dalam menjaga dan bertahan dengan sang istri yang kurang dalam hal fisik perlu diacungi jempol. Selain membuat hati merasah tersentuh, cerita mereka dapat dijadikan pembelajaran agar dapat menjadi seorang suami yang setia. Cerita ini menunjukkan kepada kita bahwa cinta sejati tidak hanya melihat, tapi terasa.
Adaseorang anak kecil yang senang sekali bermain di bawah pohon apel yang rindang. Hampir setiap hari, anak kecil itu menghabiskan waktunya untuk memanjat sembari menikmati manisnya buah apel. Menginjak usia remaja, anak itu tak lagi bermain di bawah pohon apel. Pohon apel merasa sedih karena merasa sepi. Tiba-tiba, anak itu datang lagi.
NamanyaJoko (42), dia juga lak-laki beristri, dia memberiku 5 juta perbulan dan sebuah mobil. Hidupku benar-benar tersiksa, aku harus berpura-pura mencintai Joko, cintaku dengan Donny pun mulai mulai luntur. Apa yang harus aku lakukan dengan kekalutan hatiku. Ingin aku mencintai lak-laki tanpa istri, dan mendapatkan cinta yang tulus.
AisyaZahra wanita yang masih terlihat cantik diusianya yang sudah tidak muda lagi. Penantian terhadap belahan jiwanya yang menghilang selama puluhan tahun lamanya tetap terjaga dengan penuh kesabaran. Kesetiaan itu masih tetap ia simpan dengan baik didasar hatinya, karena dia tahu bahwa suatu saat cintanya akan kembali kepada sang pemilik.
Akhirnya tibalah hari yang disebutkan di awal cerita ini. Saat rombongan melintasi Negeb dan senja mulai tiba, Ribka melihat seorang pria berjalan di padang. Pria itu terlihat sedang berpikir. Lalu kisahnya menulis "Dia pun dengan cepat turun dari unta". Ribka mungkin bahkan tidak menunggu unta itu merunduk dulu.
Mnkxq. Apakah anda ingin mengajarkan pentingnya berbakti kepada orang tua untuk para anak anak? Tak usah khawatir, sebab anda bisa mengajarkannya lewat media cerita dongeng yang inspiratif. Salah satu kisah yang memiliki nilai esensial tinggi yaitu cerita Pohon Apel dan Anak Laki Laki. Kisah seru dongeng selengkapnya bisa disimak berikut ini! Kisah dari Pohon Apel dan Anak Laki Laki Jika dilihat dari unsur intrinsik dari kisah yang satu ini bisa dilihat dari tema yang dianutnya. Secara garis besar, dongeng sebelum tidur yang cukup panjang ini yaitu mengenai perjuangan orang tua dalam membahagiakan buah hatinya. Meski harus berjuang untuk sakit, orang tua akan selalu mengutamakan dari sebuah kebahagiaan sang anak. Untuk tokoh dan perwatakan dari cerita yang satu ini bisa dikatakan tak terlalu banyak. Sebab, cewrit aini hanya melibatkan tokoh utama yaitu Pohon Apel dan juga seorang anak laki laki dengan nama Jojo. Di sini, Pohon apel akan berperan sebagai penggambaran karakter dari orang tua yang selalu berkorban demi anaknya. Tentu sesuai judulnya, Jojo menjadi peran anak. Pohon apel di sini memiliki sifat yang sangat tulus dengan segala hal yang dimintai oleh anaknya. Cerita dongeng ini berlanjut dengan Jojo yang selalu meminta ke Pohon Apel. Padahal, Pohon Apel ini tidak pernah meminta apa pun yang cukup berat dan hanya ingin anak meluangkan waktu sebentar bersamanya. Sebagai tokoh antagonis dalam kisah Pohon Apel ini, Jojo digambarkan sebagai bocah laki laki yang sudah bermain. Setiap harianya Pohon Apel diajak bermain oleh Jojo sesuai permintaan anak laki laki tersebut. Namun, semakin hari dan kian dewasa, ia perlahan melupakan Pohon Apel. Bahkan saat Pohon Apel membutuhkan sesuatu si anak tersebut tak kunjung datang. Latar Penggambaran Cerita Mengingat kisah ini bercerita mengenai Pohon Apel, maka latar tempat yang digunakan tak terlalu banyak. Pasalnya, Pohon Apel tetap berada di satu tempat yaitu padang rumput. Selain itu, latar dari Cerita Dongeng yang hanya ada di tempat tersebut membuat Pohon Apel merasa kesepian karena hanya dirinya saja yang ada di padang rumput itu. Kemudian, datanglah seorang anak kecil bernama Jojo yang setiap harinya bermain dengan senang sampai kerap memanjat pohon apel dan tidur di bawahnya. Sejak kedatangan anak laki laki bernama Jojo, Pohon Apel merasa senang. Namun menginjak dewasa, Jojo jarang mengunjungi dan hanya datang saat kesulitan atau membutuhkan sesuatu. Sampai pada akhirnya, Pohon menjatuhkan beberapa buah apel dan meminta anak laki laki tersebut untuk menjual buah buah tersebut agar menghasilkan uang. Ternyata hal ini berlanjut sampai Jojo benar benar menikah dan memiliki anak. Dengan kebaikan hatinya, Pohon Apel merelakan rantingnya untuk dibuat menjadi hunian dan kapal untuk berkelana. Pesan Moral Yang Bisa Dipetik Pada akhirnya, Pohon Apel tak menyisakan apa apa dan yang tersisa hanyalah sebuah akar yang sudah tua saja. Tak lama kemudian, Jojo menyesal telah melakukan hal tersebut dan meminta maaf karena telah mengambil seluruh hal yang ada di Pohon Apel. Di sisa hidupnya, Cerita Dongeng ini berakhir dengan Jojo beristirahat di sebelah di Pohon Apel sambil merasa sedih. Bisa dikatakan, kisah Pohon Apel memiliki pesan moral yang cukup esensial mengenai pentingnya berbakti kepada orang tua. Pohon Apel di sini menggambarkan sosok orang tua yang akan rela berjuang demi apa pun untuk anak laki laki yang sudah dianggap sebagai keluarganya sendiri. Untuk kisah menarik inspiratif dan mendidik yaitu Cerita Anak Seorang Putri yang Seekor Katak. Navigasi pos
Gambar Kisah Tentang Perjanjian Anak Laki-Laki Dan Perempuan Kisah Perjanjian Anak Laki-Laki dan Perempuan. Sebelum itu, Inspirasi berarti ilham. Yaitu ilham yang datang pada pikiran manusia dan juga akhirnya melekat pada jiwa atau hati manusia, akan tetapi inspirasi biasanya justru datang ketika ada rangsangan dari luar diri manusia. Berikut kami menyajikan cerita inspiratif dengan judul “Kisah Perjanjian Anak Laki-Laki dan Perempuan”. Sebelumnya kita pahami terlebih dahulu pengertian inspirasi dibawah ini. Secara umumnya, pengertian Inspirasi bisa diartikan sebagai sebuah proses yang mendorong manusia atau merangsang pikiran manusia untuk melakukan suatu tindakan, terutama untuk melakukan tindakan yang berhubungan dengan sesuatu yang kreatif. Inspirasi ini biasanya dirangsang untuk melakukan tindakan setelah kita melihat, mendengar atau merasakan sesuatu yang ada di sekitar kita, terutama sesuatu yang menyentuh. bisa diartikan sebagai sebuah proses yang mendorong manusia atau merangsang pikiran manusia untuk melakukan suatu tindakan, terutama untuk melakukan tindakan yang berhubungan dengan sesuatu yang kreatif. Inspirasi ini biasanya dirangsang untuk melakukan tindakan setelah kita melihat, mendengar atau merasakan sesuatu yang ada di sekitar kita, terutama sesuatu yang menyentuh. Mudahnya, inspirasi yaitu adalah percikan ide-ide kreatif yang muncul dengan sendirinya atau dengan mengamati dan melakukan sesuatu di tempat tertentu yang terkadang waktu dan tempatnya jarang di kenali. Inspirasi berbeda dengan motivasi. Motivasi merupakan suatu proses yang mendorong atau mempengaruhi seseorang untuk mendapatkan atau mencapai apa yang diinginkannya. Daftar Isi KontenKisah Perjanjian Anak Laki-Laki dan Perempuan Tentang MoralKutipanBagikan Sekarang Ke Gambar Kisah Perjanjian Anak Laki-Laki Dan Perempuan Anak Laki-Laki dan Perempuan sedang bermain bersama. Bocah itu memiliki koleksi Kelereng dan seorang gadis membawa beberapa Permen. Anak laki-laki meminta seorang gadis untuk memberinya permen sebagai ganti kelerengnya. Gadis setuju. Ketika tiba saatnya untuk bertukar, bocah laki-laki menjadi serakah dan menyimpan marmer terbesar dan terindah bersama dirinya sendiri dan memberikan istirahat padanya sebagai ganti permen. Jadi gadis itu memberinya semua permen sebagai ganti kelereng seperti yang dijanjikan. Bocah malam yang sama ketika bocah lelaki itu tidur, dia terus memikirkan perjanjian itu karena dia terus bertanya-tanya apakah perempuan itu sama dengan lelaki. Jika seorang gadis menyimpan beberapa manisan bersamanya seperti anak laki-laki menyimpan marmer dengan dirinya sendiri. Ini adalah cerita kecil tapi membuat kita berpikir tentang hubungan kita. Kutipan Jika kami sendiri tidak memberi seratus persen dalam suatu hubungan maka kami akan selalu ragu dan terus bertanya-tanya bagaimana jika pasangan melakukan hal yang sama dengan Anda. Jadi selalu jujur pada diri sendiri dan pasangan. Sekian dari Saya, Terima Kasih.
sebuah contoh kesabaran dan kesetiaan seorang suami pada istrinya yang patut dijadikan teladan bagi kita semua. Rumah kontrakan kecil di wilayah kecamatan Wonokromo Surabaya, yang berisi kamar tidur dan sebuah dapur mini menjadi saksi bisu keindahan hidup suami istri ini, Rofi dan Tini. Kesederhanaan telah menjadi gambaran keseharian mereka. Rofi lelaki asal Surabaya, berprofesi sebagai tenaga kontrak sebuah perusahaan kontraktor bangunan di kota asalnya, dan Tini, istrinya, adalah seorang wanita lugu asal kota Reog, Ponorogo, yang berprofesi sebagai penjual bakso di depan rumah kontrakan mereka. Rofi adalah tipe lelaki kurus, pendiam dan bersahaja yang hampir setiap hari selalu menyempatkan diri untuk sholat berjamaah di mushola dekat rumahnya. Sedangkan Tini, wanita yang bertubuh agak gemuk, suka bercanda namun tetap bersahaja seperti halnya suaminya. Dalam kesehariannya, jarang sekali perselisihan ditemukan dalam rumah tangga mereka, sehingga para tetangga menganggap mereka sebagai pasangan yang harmonis. Hampir sepuluh tahun sudah perjalanan rumah tangga Rofi dan Tini, tapi sayang belum seorang anak pun yang Allah amanahkan kepada mereka. Resah yang Tini rasakan, apalagi jika melihat suaminya sering menggendong anak kecil, entah anak saudaranya ataupun anak tetangganya. Sedih pula hati kecilnya ketika ia merasa belum bisa memberikan keturunan untuk suaminya dari rahimnya sendiri. Tapi Tini bukanlah wanita yang lemah dan cengeng, walaupun kondisi fisiknya memburuk karena sakit dan berwajah tak secantik wanita pada umumnya, tapi ia adalah sosok wanita yang tegar dan ikhlas. Tegar tatkala ujian seperti ini datang melanda dirinya dan ikhlas tatkala mengizinkan suaminya untuk menikah lagi dengan wanita lain agar bisa mendapatkan keturunan dari darah dagingnya sendiri. Tapi dibalik tegar dan ikhlas yang coba ia tanamkan dalam benaknya, ada jerit tangis yang menyayat dalam jiwanya, jerit tangis seorang wanita. Selayaknya wanita lainnya, ia pun sebenarnya tak ingin dimadu dalam hidupnya. Tapi apa boleh buat, kenyataan membuatnya harus menerima keadaan ini. Lain halnya dengan Rofi, Rofi tidaklah lelaki seperti kebanyakan. Sebagaimana istrinya, ia pun bukan lelaki lemah yang mudah tergoda bujuk rayu wanita lain meski telah mendapat izin dari istrinya untuk menikah. Ia adalah tipe laki-laki yang sabar dan setia. Namun sebagai laki-laki normal tentu besar pula keinginannya untuk memiliki anak dari darah dagingnya sendiri sebagai penghibur dirinya tatkala lelah menghampiri, tapi ia tepiskan keinginannya itu jauh-jauh demi menjaga perasaan istrinya. Lama sudah rasa resah itu melanda hati Tini. Bertambahlah resah itu saat Rofi, lelaki yang dicintainya, mendapat tugas kerja untuk jangka waktu yang lama di kota Sorong, Papua. Sebuah kota yang jauh dari tempat tinggalnya sekarang, Surabaya. Apalagi untuk orang kecil sepertinya, sebuah tiket pesawat ke Papua tentu menjadi barang yang mahal untuk ia dapatkan. Setahun berlalu sejak keberangkatan suaminya ke Sorong, tak jarang hati Tini merasakan kerinduan yang teramat sangat. Apalagi sejak pertama berangkat hingga kini, belum sekalipun suaminya pulang untuk menjenguknya. Hanya melalui telepon, suara Rofi yang gagah layaknya seorang laki-laki perkasa dari seberang sanalah yang sanggup meredam kerinduannya walau hanya sesaat. Itupun tidak setiap hari, hanya pada saat-saat tertentu saja suaminya menelpon dirinya. Bila kemudian kerinduan itu datang lagi menerpa, kembali rasa resah dan gundah menghantui dirinya. Resah jika suaminya menikah lagi tanpa sepengetahuan dirinya. Dan gundah jika suaminya enggan kembali ke Jawa lantaran telah memiliki keluarga baru di sana dengan seorang istri yang cantik dan anak yang lucu. Tapi ia tetap berusaha tegar dan ikhlas dengan apapun yang terjadi. Hanya doa-doa manis penenang jiwalah yang bisa ia panjatkan sekedar untuk menenangkan hatinya yang gelisah itu. Belakangan, sudah beberapa lama ini Rofi, suaminya, tak kunjung menelpon dirinya. Tapi ia tetap bersikap tenang. Diingatnya sejumlah dialog yang pernah terjadi diantara mereka sebelum Rofi berangkat ke Sorong, Papua. Dialog seorang istri yang sedih lantaran ditinggal ke luar kota oleh suaminya dalam waktu yang lama, dan dialog seorang istri yang dengan berat hati mengizinkan suaminya untuk menikah kembali dengan wanita lain. Tapi ada satu dialog yang selalu kan diingat dan dikenang olehnya, suatu jawaban bijak dari Rofi atas pertanyaan yang ditujukan kepadanya yang cukup membuat hati Tini menjadi tenang, "Sayang, kamu adalah segalanya bagiku. Allah anugerahkan kamu untukku sebagai pelangi yang senantiasa mewarnai hidupku. Senyummu adalah semangat jiwaku dan tangismu adalah duka batinku. Jikalau Allah berkehendak mengamanahkan seorang anak untuk kita, tentulah teramat mudah bagiNya. Tapi jika Allah belum menghendaki seorang anakpun untuk kita, mungkin ada rahasia Allah dibalik itu yang takkan mudah kita pahami karena keterbatasan ilmu kita, manusia. Bila waktunya tiba, anak akan hadir walaupun kita tidak menginginkannya hadir, dan sebaliknya, anak tak akan hadir walau sesusah apapun kita menginginkannya untuk hadir. Karena itu adalah hak prerogatif Allah sepenuhnya yang telah dicatat olehNya dalam Lauhul Mahfudz. Allah tahu apa yang terbaik untuk kita sekarang. Anak adalah amanah, anak adalah titipan, dan anak adalah tanggung jawab. Mungkin Allah menganggap kita belum mampu dan belum siap untuk memikul amanah itu sehingga Allah menundanya untuk kita. Seandainya Allah kirimkan seorang anak saat ini, mungkin kamu akan terlalu sibuk mengurus anak kita sampai tak sempat lagi mengurus aku, suamimu, sehingga akupun menjadi terabaikan dan cemburu pada anak kita. Atau mungkin aku masih belum pantas menjadi seorang ayah karena Allah menganggap aku belum sanggup merawat anak kita lantaran berbagai keterbatasan yang kumiliki. Sayang, mungkin Allah hendak menjadikan kita selayaknya Nabi Zakariyya yang dengan kesabarannya lalu dianugerahkan padanya seorang anak yang soleh padahal usianya sudah sangat renta. Atau mungkin Allah tak hendak menjadikan kita selayaknya Nabi Nuh yang diberikannya seorang anak namun kafir lagi mendurhakai Allah, Tuhannya, padahal ayahnya seorang nabi untuk umat di zamannya. Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk kita. Sayang, aku tahu kamu punya banyak kekurangan. Tapi tak selayaknya aku biarkan kekuranganmu itu menjadi aib bagimu. Aku adalah pakaian terindah untukmu dan kamu adalah pakaian terindah untukku, pakaian untuk menutup segala kekurangan yang ada dalam diriku dan dirimu. Betapapun banyaknya pakaian mahal dan indah yang bisa kubeli dan kupakai, tapi hanya ada satu pakaian terbaik yang melekat dalam tubuhku, dan pakaian itu adalah kamu. Pakaian yang lain mungkin akan pudar dimakan zaman, pakaian lain mungkin akan luntur ditelan waktu, tapi kamu, adalah pakaian yang tak akan pernah pudar dan luntur selamanya, karena kamu adalah pakaian terbaik hidupku yang Allah persembahkan untuk aku. Lalu masih pantaskah aku untuk mencari pakaian-pakaian yang lain? Yang belum tentu bisa kudapatkan pakaian sebaik dan seindah kamu? Seandainya aku jadi kamu dan aku menyuruhmu menikah lagi hanya karena aku tak dapat memberikanmu seorang anak, betapa naifnya aku telah menyia-nyiakanmu. Tak terbayangkan olehku betapa sakitnya hati yang kurasakan melihat kamu bercumbu mesra dengan orang lain yang menjadi maduku. Tak terbayangkan pula olehku melihat kamu tersenyum bahagia padahal hatiku hancur luluh lantah bagai ditelan bumi. Demikian juga halnya denganku. Tak ingin rasanya aku melihatmu menangis karena tak kuasa menahan sakitnya hati diduakan. Dan tak ingin pula aku tersenyum di atas derita batin yang kamu rasakan. Kamu adalah milikku satu-satunya di dunia ini dan begitu pula aku adalah milikmu satu-satunya dalam hidupmu yang tak akan pernah tergantikan oleh siapapun. Kamu tercipta untukku dan aku tercipta untukmu. Sekarang kamu tenang ya sayang, jangan bersedih lagi. Insya Allah aku akan menjaga cinta ini untukmu selalu." Tit..tit..tit..tit..... Getar suara pesan singkat dari handphone milik Tini mengejutkan keheningan malamnya. Sambil membuka pesan singkat yang baru diterimanya, diambilnya sebuah bingkai foto Rofi, suaminya, lalu didekapnya erat-erat dalam hangat peluknya. Tak lama pesan singkat itu dibacanya "Sayang baik-baik ya di sana, aku kan selalu merindukanmu di sini. I love u... dari Rofi, suamimu."