Allahta'ala berfirman: "Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.". (QS. Fushilat: 36) "Dan katakanlah: "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya BERTAWAKKALKEPADA ALLAH Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, Yang mencukupkan segala perkara orang-orang yang bertaqwa: قال الله تعالي: ﴿ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ﴾ ( الطلاق : 3) "Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya" [At-Thalaq/65 3] Dia telah Pengulanganibadah ritual adalah inti Islam yang Allah turunkan. Semakin sang hamba banyak melakukan ibadah ritual semakin mantap imannya. Tujuannya adalah bagaimana sang hamba naik tingkat mencapai level kesadaran sebagai hamba-Nya, merasa nikmat bersama-Nya, dan hanya bergantung kepada-Nya. Di dalam hadits ini terdapat petunjuk bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam banyak berlindung kepada Allah dari empat keburukan, padahal beliau adalah hamba Allah yang paling bertakwa dan telah mendapat jaminan dari Allah berupa pengampunan terhadap dosa-dosanya yang telah lalu maupun yang akan datang. Artinya "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tidaklahditerima tauhid seorang hingga seorang hanya bergantung kepada Allah, dan tidak bergantung kepada selain-Nya.Syaikh Muhammad Ash-Shon'ani berkata.. Saturday, July 23, 2022. Tentang Kami; Donasi; ADVERTISEMENT. Berlindung dari Hilangnya Nikmat. May 16, 2022. Aqidah dan Tauhid. Penjelasan Tath-hiirul I'tiqad - Pembagian Tauhid Agarhati menjadi tenang, sebab berdoa merupakan kebutuhan jiwa. Kitalah yang butuh dan perlu Allah. Dan dengan mengingat Allah melalui doa, maka hati kita akan tenteram, terhindar dari penyakit-penyakit rohani seperti cemas, takut, was-was, ragu-ragu dan sebagainya. Dengan berdoa akan merasa lebih dekat dengan Allah. Kesengsaraanadalah lawan dari kebahagiaan. Kebahagiaan penyebabnya adalah amal shalih. Sedangkan kesengsaraan penyebabnya adalah amal yang buruk. Jika engkau berlindung kepada Allah dari terkena kesengsaraan, ini mengandung doa agar engkau tidak melakukan amalan sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang sengsara (Syarh Riyadhis Sholihin (1/ Membacaisti'adzah dan basmalah berarti berlindung kepada Allah dari godaan setan dari golongan jin dan manusia yang memungkinkan dapat merusak pahala membaca Al-Quran. Menyebut nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang sesuai tidak hanya mengundang pengabulan doa, bahkan mampu melahirkan optimisme dalam jiwa orang yang menyebutnya, jika YaAllah Sesungguhnya hanya kepadaMu aku memohon dan meminta sesuatu.. Hanya kepadaMulah ku serahkan hidup dan matiku Ya Rabb Hamba mohon perlindunganMu dari 3ojoa. TA’UDZ, ta’awudz, atau isti’adzah adalah ucapan a’udzu billahi minasy syaithonir rojim. Artinya, aku berlindung kepada Allah dari godaan, kejahatan, bisikan setan yang beberapa ayat atau nash Alquran yang memerintahkan kita untuk membaca isti’adzah, di antaranya “Jika kamu membaca Alquran, maka hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari gangguan setan yang terkutuk” QS. An-Nahl 98. “Jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah, karea sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” QS. Al-A’rof200.“Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” QS. Fushilat36.“Dan katakanlah, wahai Tuhanku, aku berindung kepada-Mu dari bisikan setan dan aku berlindung pula kepada-Mu, wahai Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku” QS. Al-Mu’minun97-98Perintah berlindung kepada Allah juga terdapat dalam QS. Al-Falaq dan QS. tersebut mengisyaratkan kepada kita, bahwa kita diperintahkan membaca isti’adzah dalam kondisi, antara lainKetika hendak membaca setiap keadaan, khususnya saat merasa khawatir terhadap sesuatu yang ditakuti atau bisikan-bisikan yang mendorong pada merasa takut dari kejahatan apa pun yang dibuat oleh atau bacaan isti’adzah –seperti a’udzubillahi minasy syaithonir rojim—tidak ada dalam Alquran. Tidak ada ayat khusus dalam Alquran yang mengandung kalimat atau ucapan isti’adzah, seperti halnya kata Amin yang biasa kita ucapkan setelah selesai membaca Surat Al-Fatihah –khususnya dalam sholat. Kata Amin tidak ada di akhir surat ulama sepakat, susunan kalimat isti’adzah bukan nash Alquran, tapi hanyalah pelaksanaan dari perintah Alquran tentang keharusan kita berlindung kepada Allah isti’adzah. Oleh karena itu, Nabi Saw dan para sahabat sering mengucapkan isti’adzah dengan kalimat berbeda-beda namun maksudnya tetap sama. Para ulama sendiri memilih kalimat yang berbeda-beda dalam melaksanakan isti’adzah ini, misalnyaImam Syafi’i pendiri mazhab Syafi’iyah memilih untuk menggunakan kalimat a’udzubillahi minasy syaithonir rojim Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.Imam Ahmad bin Hambal pendiri mazhab Hambaliyah lebih suka menggunakan kalimat a’udzu billahis-sami’il alim minasy syaithonirrojim Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar dan Mengetahui dari setan yang terkutuk.Imam Ats-Tsaury pendiri mazhab Tsauriyah – a’udzubillahi minasy syaithonir rojim innahu huwas sami’ul alim Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk sesunggunya Dia [Allah] Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.Selain ketiga macam bacaan isti’adzah tadi, masih ada yang lain. Ada juga ulama yang memilih kalimatAsta’idzu billahi minasy syaithonir rojim Aku berlindung kepada Allah dari gangguan setan yang terkutuk.A’udzu billahi minasy syaithonir rojim min hamzihi Aku berlindung kepada Allah dari gangguan setan yang terkutuk dari bisikannya.Allahumma inni a’udzubika Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu.Rabbi a’udzubika min hamazatisy syayathin wa a’udzubika robbi an yahdhurun Wahai Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari goresan setan dan aku berlindung kepada-Mu dari kehadiran mereka.Bahkan pada permulaan Islam, umat Islam mengucapkan isti’adzah secara ringkas, yaitu mengucapkan ma’adzallah, artinya “Aku berlindung kepada Allah”.Muncul pertanyaan, mengapa kita harus membaca isti’adzah? Sebabnya, setan merupakan musuh manusia yang paling besar. Karena itu pulalah kita diperintahkan berlindung pada Allah dari godaan dan kejahatan mereka. Setan itu suka menipu manusia dan mendorong niat jahat dalam hati atau lafadz isti’adzah yang paling populer atau banyak digunakan, khususnya oleh umat Islam Indonesia, yakni a’udzubillahi minasy syaithonir rojimA’udzu = aku berlindung. Dari segi Arab ilmu tashrif, a’udzu aku berlindung berasal dari kata a’wudzu, sama seperti af’ulu, aqtulu, atau anshuru. Namun karena ada huruf wawu didhomahkan, sehingga sulit diucapkan, maka disederhanakan menjadi a’udzu, artinya aku berlindung atau aku meminta = kepada Allah. Kata Allah adalah nama khusus bagi Dzat Yang Mahapencipta semesta alam. Sebagian ulama, misalnya Imam … berpendapat, Allah berasal dari kata Ilah, artinya Tuhan. Kata Ilah memakai alif-lam di depannya menjadi yang menyebutkan, kata Ilah sendiri berasal dari kata alaha-yalahu-ilahun, artinya sesuatu yang disembah. Jadi, apa saja yang disembah oleh manusia disebut Ilah Tuhan. Namun sebagai ulama berpendapat, Allah bukan berasal dari Ilah, tapi khusus nama bagi Dia saja. Maka, kita pun tidak boleh menggunakan nama Allah, kecuali menggunakan kata depan, misalnya Abdu, sehingga menjadi Abdullah hamba Allah. Bahkan, sifat-sifat Allah juga tidak boleh digunakan menjadi nama, misalnya Rohman, tapi harus ditambah di depannya, misalnya Abdurrohman hamba Dzat Yang Maha Penyayang.Min As-Syaithon = dari setan. Dari segi asal kata, setan berasl dari kata syathona, yasythunu, syaithonan = ba’uda = jauh. Sebab setan adalah makhluk yang dijauhkan Allah dari segala yang beranggapan, setan berasal dari kata syathin-tasythin, artinya “makhluk yang dijauhkan dari berbagai kejahatan”. Ada juga pendapat, asal kata setan adalah syatho-yasyithu-syaithon. Kesimpulannya, setan adalah “nama bagi segala yang melampuai batas dan selalu mengajak kepada maksiat atau kejahatan, baik dari golongan jin makhluk halus maupun golongan = yang terkutuk, yang dilaknat, atau yang dimurkai. Dari segi bahasa ilmu tashrif, rojim ini sebenarnya isim fail subjek, yakni “yang melaknat”. Namun menurut para ulama, rojim ini isim fa’il namun bermakna isim maf’ul objek, sehingga artinya “yang dilaknat”. Dari asal-usul kata, secara bahasa rojim artinya “segala sesuatu yang dijauhkan dari kebajikan”, juga berarti “yang dilempari”.Itulah sebabnya pula, hukuman dilempari batu bagi yang berzina disebut hukum rajam, artinya hukuman dengan dilempari batu. Wallahu a’lam. Sumber KH. Aminuddin Saleh/Alhikmah.* SETIAP HAMBA ALLAH pasti menghadapi cobaan, karenanya setiap manusia diajarkan doa berlindung dari musibah. Musibah dan cobaan adalah salah satu tantangan yang harus dihadapi setiap umat manusia di dunia, sebagaimana diajarkan nabi. Ada banyak macam musibah dan cobaan. Ada cobaan berupa kesusahan, kemiskinan, kelaparan, bangkrut, kecelakaan, bahkan sebaliknya cobaan atau musibah berupa kesenangan, kekayaan dll. Semua manusia –tidak peduli muslim atau kafir—akan mengalami ujian dan cobaan yang sama. Dalam bahasa iman, cobaan dan musibah menjadikan setiap manusia akan menjadi lebih kuat dan yang lebih penting akan menaikkan derajat dan kedudukan manusia di mata Allah. Al-Quran sendiri dalam Surat Al-Anbiya’ ayat 87-88, meminta manusia memperbanyak do’a berlindung dari musibah dan bertaubat kepada Allah Swt. أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, “Kami telah beriman,” sedang mereka tidak diuji lagi?.” QS Al-Ankabuut 2 . Di bawah ini beberapa doa-doa berlindung dari musibah sesuai sunnah Banyak versis doa berlindung dari musibah dan cobaan. Kita tinggal memilih, sesuai kebutahan kita. Doa ketika ditimpa musibah sesuai sunnah versi 1 إنا لله وإنا إليه راجعون اللهم أجرني في مصيبتي واخلف لي خيرا منها Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un, Allahumma ajirni fi musibati wa akhlif li khairan minha “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.” HR Muslim Doa berlindung dari musibah sesuai sunnah versi 2 اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَحْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِالْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِالْأَعْدَاءِ “Allahumma Inni, A’udzubika Min Jahdil-Bala’i, Wa Darakisy-Syaqa’i, Wa Suu’i-l-Qadha’i, Wa Syamatatil-A’daa’i.” “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala’ bencana, tertimpa kesengsaraan, keburukan qadha’ takdir, dan kegembiraan para musuh.” HR Bukhari, Muslim & Abu Hurairah. Doa berlindung dari musibah sesuai sunnah versi 3 Nabi ﷺ bersabda “Barang siapa yang melihat orang yang tertimpa musibah kemudian mengucapkan ini مَنْ رَاَى مُبْتَلًى فَقَالَ الـحَمْدُ لِلَّـهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّـا ابْتَلاكَ بِهِ، وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً، لَمْ يُصِبْهُ ذَلِكَ اْلبَلاَءُ Alhamdulillahilladzi afani mimma ibtalaka bihi wa faddhalani ala katsirin mimman khalaqa tafdhila Artiya, “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari apa yang menimpamu dan memberikan keutamaan kepadaku atas makhluk lainnya yang Dia ciptakan, maka bencana tersebut tidak akan menimpa dirinya.” HR Tirmidzi dan Ibu Majah. Imam Nawawi dalam kitabnya al Azkar menyebutkan, para ulama menganjurkan agar doa di atas dibaca pelan. Hanya dirinya saja yang mendengar dan tidak boleh orang yang terkena bencana mendengar Sikap seorang Muslim saat ditimpa musibah atau meghadapi masalah. Doa berlindung dari musibah keburukan/kejelekan yang telah dilakukan atau belum dilakukan sesuai sunnah versi 4 وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أنَّ النبيَّ- صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَانَ يَقُوْلُ فِي دُعَائِهِ اللَّهُمَّ إنِّي أعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ ومنْ شَرِّ مَا لَمْ أعْمَلْ . رَوَاهُ مُسْلِمٌ. Dari Aisyah radhiyallahu anha, bahwa Nabi ﷺ di dalam doanya mengucapkan, Allohumma Inni A’udzubika Min Syarri Maa Amiltu Wa Min Syarri Maa Lam A’mal. “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang telah aku lakukan dan kejelekan yang belum aku lakukan.” HR Muslim . Doa berlindung dari musibah sesuai sunnah versi 5 Doa ini terutama saat dirundung musibah عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا كَرَبَهُ أَمْرٌ قَالَ يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ » Dari Anas bin Malik, ia berkata, “Nabi ﷺ ketika dapat masalah berat musibah, beliau membaca Yaa Hayyu Yaa Qayyum, bi rahmatika as-taghiits Artinya “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan.” HR Tirmidzi no. 3524. Sikap seorang Mukmin yang benar dalam menghadapi musibah yang menimpa Ibnul Qayyim rahimahullâh berkata, “Sesungguhnya semua musibah yang menimpa orang-orang yang beriman dalam menjalankan agama Allâh Ta’ala senantiasa disertai dengan sikap ridha dan ihtisâb mengharapkan pahala dari-Nya. Kalaupun sikap ridha tidak mereka miliki maka pegangan mereka adalah sikap sabar dan ihtisâb. Ini semua akan meringankan beratnya beban musibah tersebut. Karena, setiap kali mereka menyaksikan mengingat balasan kebaikan tersebut, akan terasa ringan bagi mereka menghadapi kesusahan dan musibah tersebut.” “Adapun orang-orang kafir, mereka tidak memiliki sikap ridha dan tidak pula ihtisâb. Kalaupun mereka bersabar menahan diri, maka tidak lebih seperti kesabaran hewan-hewan ketika mengalami kesusahan.” Sungguh Allâh Ta’ala telah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya yang artinya وَلَا تَهِنُوۡا فِى ابۡتِغَآءِ الۡقَوۡمِ‌ ؕ اِنۡ تَكُوۡنُوۡا تَاۡلَمُوۡنَ فَاِنَّهُمۡ يَاۡلَمُوۡنَ كَمَا تَاۡلَمُوۡنَ‌ ۚ وَتَرۡجُوۡنَ مِنَ اللّٰهِ مَا لَا يَرۡجُوۡنَ‌ ؕ وَ كَانَ اللّٰهُ عَلِيۡمًا حَكِيۡمًا ”Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka musuhmu. Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan pula, sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allâh apa yang tidak mereka harapkan.” QS an-Nisâ [4]104. Sabar dan Tobat Terkadang Allah Swt memberikan musibah kepada sebagian orang akan tetapi bukan karena rasa cinta dan pemuliaan dari-Nya kepada mereka. Namun dalam rangka menunda hukuman mereka alam dunia sehingga nanti pada akhirnya di akhirat mereka akan menyesal dengan tumpukan dosa yang sedemikian besar. Setiap kejadian, seperti musibah yang menimpa hendaknya dikembalikan kepada Allah Swt dan dihadapi dengan positif khusnuzan. Sebaliknya, seseorang muslim itu wajib meninggalkan perbuatan dosa dan maksiat. Jika seseorang itu melakukan sesuatu perbuatan dosa akibat kesalahan dirinya, maka dia berkewajipan untuk segera beristighfar dan bertaubat kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Justeru, sikap seorang muslim yang benar saat ada musibah adalah bertaubat daripada dosa-dosa dan bersabar atasnya فَاصۡبِرۡ اِنَّ وَعۡدَ اللّٰهِ حَقٌّ وَّاسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۡۢبِكَ وَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ بِالۡعَشِىِّ وَالۡاِبۡكَارِ “Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampun untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.” QS Surah Ghafir 55. اِنۡ تَمۡسَسۡكُمۡ حَسَنَةٌ تَسُؤۡهُمۡ وَاِنۡ تُصِبۡكُمۡ سَيِّئَةٌ يَّفۡرَحُوۡا بِهَا ‌ۚ وَاِنۡ تَصۡبِرُوۡا وَتَتَّقُوۡا لَا يَضُرُّكُمۡ كَيۡدُهُمۡ شَيۡـــًٔا ؕ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا يَعۡمَلُوۡنَ مُحِيۡطٌ “Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan.” QS Ali-Imran 120. Dalam ayat lain Allah berfirman لَـتُبۡلَوُنَّ فِىۡۤ اَمۡوَالِكُمۡ وَاَنۡفُسِكُمۡ وَلَـتَسۡمَعُنَّ مِنَ الَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡكِتٰبَ مِنۡ قَبۡلِكُمۡ وَمِنَ الَّذِيۡنَ اَشۡرَكُوۡۤا اَذًى كَثِيۡـرًا‌ؕ وَاِنۡ تَصۡبِرُوۡا وَتَتَّقُوۡا فَاِنَّ ذٰلِكَ مِنۡ عَزۡمِ الۡاُمُوۡرِ “Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.” QS Surah Ali Imran 186 اِنَّهٗ مَنۡ يَّتَّقِ وَيَصۡبِرۡ فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيۡعُ اَجۡرَ الۡمُحۡسِنِيۡنَ “….Sesungguhnya barangsiapa bertakwa dan bersabar, maka Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik.” QS Surah Yusuf 90.* Selain Doa Berlindung dari Musibah, doa-doa lain bisa diklik di SINI عن عَدِي بن حاتم رضي الله عنه قال سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول اتَّقُوا النَّار ولو بِشِقِّ تمرة». وفي رواية لهما عنه، قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ما منكم من أحد إلا سَيكَلِّمُه رَبُّه ليس بينه وبينه تُرْجُمان، فينظر أيْمَن منه فلا يرى إلا ما قَدَّم، وينظر أَشْأَمَ منه فلا يَرى إلا ما قَدَّم، وينظر بين يديه فلا يرى إلا النار تَلقاء وجهه، فاتقوا النار ولو بِشقِّ تمرة، فمن لم يجد فبِكَلمة طيِّبة». [صحيح] - [متفق عليه] المزيــد ... Dari 'Adiy bin Hātim -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Saya mendengar Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Berlindunglah kalian dari api neraka meskipun hanya dengan bersedekah separuh kurma.” Dalam suatu riwayat darinya disebutkan, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Setiap kalian pasti akan diajak bicara oleh Rabb-nya, tidak ada penerjemah antara dia dengan Allah, lalu dia melihat ke sebelah kanannya, namun yang terlihat hanyalah apa yang telah dikerjakannya di dunia, dan melihat ke sebelah kiri, namun yang terlihat hanyalah apa yang telah dikerjakannya di dunia, lalu dia melihat ke depan, namun yang dia lihat hanyalah neraka yang terpampang di hadapannya. Karena itu, berlindunglah kalian dari api neraka walaupun hanya dengan bersedekah separuh kurma, dan barang siapa yang tidak memilikinya, maka hendaklah berlindung dari neraka dengan kata-kata yang baik." Hadis sahih - Muttafaq 'alaih Uraian Sesungguhnya Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- akan berbicara dengan setiap manusia pada hari kiamat nanti tanpa penerjemah. Lalu dia melihat ke sebelah kanannya, namun yang terlihat hanyalah apa yang telah dikerjakannya di dunia, diapun melihat ke sebelah kiri namun yang terlihat hanyalah apa yang telah dikerjakannya di dunia, lalu dia melihat ke depan dan yang dia lihat hanyalah neraka terpampang di hadapannya. Kemudian Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Karena itu berlindunglah kalian dari api neraka walaupun hanya dengan bersedekah separuh kurma atau kurang dari itu. Barang siapa yang tidak memiliki apa-apa meskipun cuma separuh kurma untuk ia sedekahkan dan untuk melindungi dirinya dari api neraka, maka hendaklah ia berlindung dengan kata-kata yang baik; karena sesungguhnya amal saleh itu akan melindungi pelakunya dari api neraka. Terjemahan Inggris Prancis Spanyol Turki Urdu Bosnia Rusia Bengali China Persia Tagalog Indian Orang Vietnam Sinhala Kurdi Portugis Tampilkan Terjemahan