BolehkahPramugari Garuda Indonesia Berjilbab? Illiana Ahmad-07/02/2017. 0. Bacaan Ibu Hamil. Manfaat Ikan Lele Bagi Ibu Hamil. Illiana Ahmad-26/03/2018. Bolehkah Ibu Hamil Minum Susu Kental Manis? 01/02/2018. Bacaan Tentang Bayi. Bolehkah Bayi pakai AC? Atau Sebaiknya Kipas Angin.
CaraMenjadi Pramugari Garuda Indonesia 2022; Cara Mendaftar Jadi Pramugari Lion Air Group 2022; Apakah Bisa Gigi Ompong Menjadi Pramugari? Pramugari Boleh Berhijab di 5 Maskapai Ini; Sekolah Pramugari Terbaik di Jogja. Materi Yang Dipelajari di Sekolah Pramugari PSPP 2022; Gaji Staff Penerbangan dan Bandara di Indonesia 2022
Tag Pramugari Memakai Jilbab. Bolehkah Pramugari Garuda Indonesia Berjilbab? Illiana Ahmad-07/02/2017. 0. Bacaan Ibu Hamil. Manfaat Ikan Lele Bagi Ibu Hamil. Illiana Ahmad-26/03/2018. Bolehkah Ibu Hamil Minum Susu Kental Manis? 01/02/2018. Bacaan Tentang Bayi.
Sejakhari ini, manajemen Garuda Indonesia Wilayah Aceh sudah mengikuti dan menjalankan atauran pramugari wajib berhijab. Meskipun belum mengenakan hijab Rabu, 11 Mei 2022
BagaimanaPeraturan Berhijab di Garuda Indonesia? Seperti yang sudah dijelaskan di atas jika ketentuan boleh tidaknya pramugari berhijab tergantung kebijakan tiap maskapai. Lalu bagaimana dengan Garuda Indonesia? Sejauh ini belum ada peraturan resmi tentang boleh berhijab atau tidak.
dDbU8f. JAKARTA - Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia merespons pernyataan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin terkait adanya informasi maskapai di Indonesia yang melarang pramugari memakai jilbab saat bertugas. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menegaskan, pihaknya melakukan diskusi intensif bersama stakeholder mengenai tatalaksana kesiapan penggunaan hijab bagi seragam pramugari. Dia menegaskan, Garuda pada prinsipnya tidak melarang penggunaan jilbab bagi pramugari. "Kami memiliki nilai dan visi yang sama atas masukan dari berbagai pihak terkait atribut seragam awak pesawat, khususnya mengenai penggunaan jilbab bagi pramugari," kata Irfan melalui siaran pers, Sabtu 4/2/2023. Berdasarkan penelusuran Republika, pramugari dan mantan pramugari maskapai pelat merah tersebut mengakui masih ada praktik pelarangan jilbab. BacaSuara Hati Pramugari yang Dilarang Berjilbab. Praktik pelarangan jilbab bukan hanya terjadi di Garuda Indonesia. Okta, bukan nama sebenarnya, merupakan salah satu pramugari yang bekerja di maskapai penerbangan swasta internasional di Tanah Air. Okta mengaku tidak bisa mengenakan jilbab saat bekerja di udara. Padahal, saat tidak bertugas di pesawat, Okta mengenakan jilbab. "Ya, kayak berlawanan sama hati nurani. Cuma, di lain pihak, kita masih membutuhkan pekerjaan," ujar Okta saat diwawancarai Republika via sambungan telepon, beberapa waktu lalu. Okta menjelaskan, tidak ada aturan tertulis dari maskapai yang melarang pramugari untuk berjilbab. Namun, mereka mendapatkan informasi dari perusahaan ketika wawancara rekrutmen awal bahwa jilbab belum boleh dikenakan selama bertugas. Padahal, Okta mengungkapkan, cukup banyak pramugari yang berjilbab saat sedang tidak bertugas. "Kebijakan head office belum memperbolehkan kita pakai hijab biar terkesan enggak rasis," ujar Okta. Okta berharap pihak perusahaan memenuhi hak semua pegawainya untuk berjilbab, termasuk pramugari. Dia pun mempersilakan maskapai melakukan review mengenai keamanan jilbab ketika dalam keadaan darurat. "Kalau ada cek dan ricek kalau itu aman, kenapa enggak kita pakai hijab?" ujar dia. Pramugari lainnya yang bekerja di maskapai swasta yang sama, Keni, bukan nama sebenarnya, juga mengaku tak bisa mengenakan jilbab selama bekerja meski sehari-hari dia sudah berhijab. Menurut dia, banyak pramugari lain yang mengalami kasus serupa. Mereka terpaksa harus melepas jilbab saat dalam penerbangan. "Banyak banget sih, Mbak. Jujur, ya," ujar dia. Wakil Presiden Ma'ruf Amin menanggapi informasi tentang masih adanya maskapai penerbangan di Indonesia yang melarang pramugari memakai jilbab saat bertugas. Kiai Ma'ruf mengatakan, jika benar ada, maka larangan penggunaan jilbab tidak relevan karena setiap orang berhak menjalankan ritual ibadahnya saat ini termasuk jilbab. "Mengenai masalah jilbab saya kira perlu dicek ya apa betul, sebab sampai sekarang ini nggak ada larangan berjilbab dimana pun, itu nggak ada," ujar Kiai Ma'ruf dalam keterangan persnya di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Sabtu 4/2/2023. Ma'ruf melanjutkan, penggunaan jilbab saat ini sudah dibebaskan di seluruh instansi. Bahkan, di institusi TNI/Polri yang dahulunya tidak pun, kini telah dibolehkan. Karenanya, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia MUI ini menilai aneh jika masih ada institusi yang melarang penggunaan jilbab. "Bukan lagi, di polisi, di tentara juga sudah semua orang berjilbab, di perguruan tinggi, di mana mana boleh. Jadi kalau ada larangan berjilbab agak aneh barangkali," ujarnya. Jadi kalau ada larangan berjilbab agak aneh barangkali. KH MA'RUF AMIN Wakil Presiden Untuk itu, Ma'ruf mendorong jika larangan itu ada di beberapa maskapai perlu untuk diteliti lagi. "Saya kira kita cek lagi, perlu diteliti itu," ujarnya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Komnas HAM bersuara mengenai kabar pelarangan menggunakan jilbab bagi pramugari di Indonesia. Komnas HAM menyayangkan tindakan tersebut karena bertentangan dengan prinsip HAM. Komisioner Komnas HAM Anis Hidayah menyatakan setiap manusia berhak menggunakan pakaian sesuai keinginannya, termasuk mengenakan jilbab. Apalagi kebebasan beragama sekaligus menjalankan syariatnya melalui pemakaian jilbab merupakan amanah konstitusi. "Berpakaian setiap orang kan bagian dari HAM, hak untuk berekspresi, jadi mau menggunakan jilbab itu adalah hak, mau tidak menggunakan jilbab itu adalah hak," kata Anis kepada Republika, Jumat 3/2. Anis mengingatkan perusahaan swasta maupun pemerintah untuk menjalankan konstitusi. Salah satunya dengan mengizinkan Muslimah mengenakan jilbab meski berprofesi sebagai pramugari. "Jadi semestinya semua institusi baik swasta, negara, dan yang lain itu memberikan kebebasan bagi perempuan untuk memilih pakaian apa yang akan digunakan sesuai norma-norma kepantasan yang ada," ujar Anis. Semua institusi baik swasta, negara, dan yang lain itu memberikan kebebasan bagi perempuan untuk memilih pakaian sesuai norma kepantasan yang ada. ANIS HIDAYAH Anggota Komnas HAM Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, menyoroti beberapa maskapai yang melarang hijab pada pramugarinya. Menurut dia, dari perspektif ketenagakerjaan, pelarangan itu merupakan pelanggaran dan diskriminasi perlakuan terhadap golongan tertentu. “Itu dapat diberikan sanksi administratif,” kata Anwar ketika dikonfirmasi, Jumat 3/2. Dia menjelaskan, keputusan untuk mengenakan hijab merupakaan hak asasi setiap orang. Dengan demikian, dirinya meminta agar perusahan tidak sewenang-wenang merampas hak pekerja. "Sehingga pihak lain pengusaha tidak boleh melarang atau memaksa berhijab,” katanya. Anwar berharap, pelanggaran terhadap hak asasi manusia di dunia kerja bisa dihindarkan demi mewujudkan decent work. Menurutnya, hal yg perlu dilakukan demi mengurangi kejadian serupa adalah memberikan edukasi pada pekerja dan pengusaha.
JAKARTA - Pakar Hukum Universitas Indonesia Heru Susetyo menilai, pelarangan jilbab terhadap pramugari oleh maskapai dinilai sebagai hal yang diskriminatif. Tak hanya itu, Garuda Indonesia sebagai maskapai pelat merah yang masih melakukan pelarangan pun dinilai telah melakukan langkah mundur.“Penerbangan haji umrah saja mereka Garuda Indonesia memperbolehkan pramugarinya berjilbab, masa dalam penerbangan reguler tidak boleh? Itu sebenarnya langkah mundur,” kata Heru saat dihubungi Jumat 11/2/2023 malam. Garuda Indonesia dinilai kontraproduktif terhadap upaya-upaya penghargaan terhadap perempuan Indonesia yang ingin menjalankan agamanya. Apalagi, kata dia, jilbab tidak menghalangi profesionalisme pekerjaan pramugari. Sehingga tidak aada hubungannya berjilbab berpengaruh pada buruknya kualitas layanan atau profesionalisme pramugari yang penggunaan jilbab di Indonesia dalam ranah pekerjaan diperbolehkan dalam hukum. Indonesia sebagai negara yang berdasarkan Pancasila dengan sila pertama berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa, mempersilakan bagi warganya untuk melaksanakan perintah agama dalam keseharian. “Sehingga ekspresi beragama itu ya jangan dilarang selama itu memang tidak melanggar Undang Undang juga. Garuda perusahaan publik, perusahaan BUMN, masa melarang?” menegaskan bahwa yang melanggar Undang Undang justru hal-hal yang berkaitan dengan pornografi. Menurut dia, justru berpakaian seksi dalam penggunaan seragam pramugari lah yang harusnya dibatasi.
JAKARTA - Garuda Indonesia segera merilis aturan berjilbab bagi pramugarinya. Direktur Utama maskapai pelat merah tersebut, Irfan Setiaputra menegaskan, pihaknya masih membangun narasi terkait aturan jilbab bagi pramugari sehingga tidak ada yang salah paham. "Nanti, very soon, kita akan informasikan ke publik. Saya lagi bangun narasi supaya tidak ada salah paham," ucapnya saat bertemu awak redaksi Republika di Kantor Operasional Garuda, Cengkareng, Jakarta, Rabu 22/2/2023. Nanti, very soon, kita akan informasikan ke publik. Saya lagi bangun narasi supaya tidak ada salah paham. IRFAN SETIAPUTRA Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan menekankan, pihaknya tidak pernah melarang pramugarinya menggunakan jilbab saat bekerja. Ia juga telah melakukan pembicaraan dengan berbagai pihak dan stakeholder. Irfan mengaku, sedang mencari cara yang tepat untuk memberi kesempatan bagi mereka yang ingin berjilbab saat bertugas di pesawat. "Tapi juga harus dimengerti bahwa kita mau mengedepankan asas yang benar," kata dia melanjutkan. Sebagai salah satu bentuk layanan, ia menyebut Garuda Indonesia menyediakan minuman beralkohol untuk beberapa rute tertentu. Bagi pramugari yang mengenakan jilbab perlu memperhatikan hal ini. Jangan sampai saat bekerja karena tidak mau melayani, menurut dia, lantas jadi merepotkan yang lain. Ia mempersilakan awak kabinnya perempuan yang menggunakan jilbab untuk tetap memakainya. Mereka bisa ditugaskan untuk rute umrah atau beberapa rute domestik. Namun, Irfan menjelaskan, perlu dicatat ada beberapa rute yang tidak bisa ditempatkan dengan pakaian berjilbab itu. "Ini makanya saya mau bangun narasi yang benar dulu, supaya tidak dipelintir. Tunggu tanggal mainnya, kita lagi finalisasi narasi supaya tidak multitafsir, tidak ke mana-mana," kata dia. Sebelumnya, dalam sebuah pernyataan, ia menyebut Garuda memegang komitmen perusahaan dalam mengedepankan prinsip inklusivitas pada seluruh profesi karyawannya, termasuk awak pesawat. Dengan komitmen tersebut, Garuda membuka opsi dan ruang diskusi penggunaan jilbab bagi pramugari Garuda Indonesia. Pihaknya memiliki nilai dan visi yang sama atas masukan dari berbagai pihak, terkait atribut seragam awak pesawat, khususnya mengenai penggunaan jilbab bagi pramugari. Terkait kesiapan penggunaan jilbab pada seragam pramugari, Garuda tidak hanya meninjau dari kepentingan aspek layanan dan keamanan. Perseroan juga memastikan terjaganya kepentingan pramugari sebagai individu yang memilih opsi penggunaan jilbab, dalam kesiapannya sebagai garda terdepan pelayanan penerbangan Garuda Indonesia yang bergerak di segmen penerbangan full service. Irfan menambahkan, penggunaan jilbab pada seragam pramugari perlu dilandasi kajian yang prudent dan komprehensif. Karena itu, Garuda Indonesia terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai stakeholder terkait, untuk memastikan kesiapan penggunaan jilbab dapat dilandasi oleh kebijakan operasional yang komprehensif. Melalui sejumlah layanan rute penerbangan, saat ini Garuda Indonesia telah menerapkan penyesuaian atribut seragam awak pesawat. Hal ini mengacu pada regulasi destinasi tujuan ataupun terkait kepentingan layanan penerbangan haji, yang mana pramugari menggunakan seragam abaya dan jilbab. Kita tahu ada beberapa maskapai swasta yang sudah, seperti Sriwijaya dan yang punya negara, Citilink, sudah. Harapan saya, setelah Garuda, maskapai lain mengikuti juga. ANDRE ROSIADE Anggota Komisi VI DPR Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, mengatakan, sejauh ini hanya ada dua maskapai yang memiliki aturan memperbolehkan para pramugarinya mengenakan jilbab, yaitu maskapai pelat merah Citilink dan maskapai swasta Sriwijaya Air. Politisi Gerindra merespons baik Garuda Indonesia yang tengah mendiskusikan dengan intensif bersama pemangku kepentingan stakeholder terkait mengenai tata laksana kesiapan penggunaan hijab bagi seragam pramugari. Namun, ia berharap maskapai lain juga mengikuti langkah tersebut dan memperbolehkan pramugari Muslim berjilbab. "Saya di Komisi VI bermitra dengan BUMN dan Garuda, harapan saya urusan jilbab ini tidak hanya di Garuda, tetapi tentu bisa berlaku juga di seluruh maskapai. Kita tahu ada beberapa maskapai swasta yang sudah, seperti Sriwijaya dan yang punya negara, Citilink, sudah. Harapan saya, setelah Garuda, maskapai lain mengikuti juga," kata Andre kepada Republika pada Senin 6/2/2023. Andre berharap pemerintah dapat mengambil langkah agar seluruh maskapai penerbangan, baik milik BUMN maupun swasta, tidak ada lagi yang melarang pramugari Muslim mengenakan jilbab. "TNI-Polri saja sudah pakai jilbab, kenapa pramugari tidak? Harapan saya, pemerintah bisa mendorong ini. Ini kan soal kebebasan beragama, jangan sampai hak warga negara untuk melaksanakan kewajibannya sebagai umat yang beragama terhalangi," kata dia. Okta, bukan nama sebenarnya, merupakan salah satu pramugari yang bekerja di maskapai penerbangan internasional di Tanah Air. Okta mengaku tidak bisa mengenakan jilbab saat bekerja di udara. Padahal, saat tidak bertugas di pesawat, Okta mengenakan jilbab. "Ya, kayak berlawanan sama hati nurani. Cuma, di lain pihak, kita masih membutuhkan pekerjaan," ujar Okta saat diwawancarai Republika via sambungan telepon, Kamis 2/2. Okta menjelaskan, tidak ada aturan tertulis dari maskapai yang melarang pramugari untuk berjilbab. Namun, mereka mendapatkan informasi dari perusahaan ketika wawancara rekrutmen awal bahwa jilbab belum boleh dikenakan selama bertugas. Padahal, Okta mengungkapkan, cukup banyak pramugari yang berjilbab saat sedang tidak bertugas. "Kebijakan head office belum memperbolehkan kita pakai hijab biar terkesan enggak rasis," ujar Okta.